05 September, 2008

Bukan Ramadhan Biasa (BRB)

Ramadhan telah tibaaaaaaaa. Yang ada dipikiran sih benere bukan puasanya, tapi betapa nikmatnya saat kita berbuka…mmmm….nyam nyam nyam nyam. Puasa kali ini rasanya masih mirip kayak puasa tahun2 kemaren, sahur selalu telat bangun, lemes disiang hari bolongnya, serta berbuka yang selalu beberapa menit lebih awal dari umat manusia laennya (LHO??). Harusnya di bulan yang penuh berkah ini harus kita isi dengan kegiatan2 yang bersifat positif, misalnya perbanyak amal ibadah, dan juga menyantuni anak kos. Tapi sampe beberapa hari puasa yang udah aku jalanin rasanya kok belum nemu settingan yang tepat ya buat menjalaninya. Evaluasi yang terkini soal kemajuanku dalam menjalani bulan puasa ini adalah aku bisa bangun jam 02.30 pagi saat sahur (dengan bantuan gedoran2 serta teriakan2 penghuni kos yang laen tentunya, hi2). Soalnya ditahun2 sebelumnya selalu aja telat buat urusan yang satu ini. Dan gak jarang pula prosesi sahur yang sakral dan dinamis itu berubah menjadi ajang kanibalisme dengan memakan segala objek yang ada di meja makan sambil menahan napas gara2 udah masuk waktu imsak.

Selain jenis kejahatan barusan, salah satu kebiasaanku saat sahur adalah makan sambil tidur, ato lebih tepatnya tidur sambil makan, eh, makan terus tidur,….mmmmm, sahur sambil tidur LEBIH TEPATNYA!?. Sering banget aku melakoni ibadah sahur dengan nyawa yang masih setengah coz yang setengah masih maen2 sama Ranger Merah dan Zordon di dunia mimpi. Jadi kalo udah selesai sahur gitu bukannya minum aer ato gosok gigi, tapi melanjutkan pertarungan dengan monster2 jahat yang harus dibinasakan dengan tongkat pemukul anjingku. Dan sudah pasti pas bangun dipaginya serasa minum aer kobokan plus Hit anti nyamuk, ho2.



pasti makanan ini hanya mimpi....



Suasana seputar ramadhan sangat berbeda dengan hari2 biasa. Semenjak hari pertama kemaren banyak banget orang yang jualan ta’jil di pinggir jalan (kalo jualan di tengah jalan bisa ketabrak Gatotkaca dudul!?). Bermacam2 minuman dan makanan khas puasa tersaji di sana, mulai dari es buah, kolak pisang, bubur kacang ijo, gorengan, bensin murni, juga tukang tambal ban. Semuanya bertujuan sama, MEWUJUDKAN MASYARAKAT ADIL DAN MAKMUR berdasarkan jumlah penjualan dan ramenya konsumen. Kemaren sempet juga jalan2 sambil berburu ta’jil buat berbuka. Meski kalo boleh jujur tujuannya gak cuman itu, tapi juga buat c*c* mata. Jadi sambil jalan aku gak lupa bawa Rinso sama Attack.



"mas saya udah gak makan dari taon kemaren, poto saya mas...pliss.."





segar dan halal bin murah





menu buka favorit



Ssssst......ada sedikit penemuan terbaru seputar dua merek deterjen ini. Penelitian para ilmuwan beberapa saat yang lalu (termasuk saya sendiri sebagai ilmuwan sarap termuda, ehm2) menemukan bahwa Rinso dan Attack jika dicampur jadi satu TIDAK AKAN MENGELUARKAN BUSA. Sekali lagi ..TIDAK AKAN MENGELUARKAN BUSA. Temuan ini sempet membuat geger seantero kampung rambutan karena banyak ibu2 muda berteriak histeris tiap malam abis sholat Tarawih karena dicegat kolor ijo pas pulang dari mesjid (nyambung ya??). Dan karena kami selaku ilmuwan tidak ingin membuat perdamain di negara kita terancam, maka segeralaha penelitian kedua untuk mencari penyebabnya dilaksanakan dengan kondusif. Dan dengan jerih payah yang tak terukur dengan otak waras, akhirnya penyebab fenomena itu terpecahkan. Bukan karena molekul2 ato zat2 kimia yang saling bertabrakan di ruang hampa, tetapi karena BELUM DIKASIH AER!?.


Puasa tetap berjalan sebagaimana mestinya. Dan salah satu efek yang udah aku rasain sampe saat ini adalah turunnya bobotku dengan drastis. Dan bagiku hal itu wajar banget, soalnya kalo kita beribadah dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab (hoek!?) maka hasilnya juga pasti akan signifikan. Baru tadi pagi nimbang berat badan, dan hasilnya fantastis, turun *** kg!? (tidak akan saya sebutkan detail, takut nanti disadap Densus 88). Dan aku juga berpikiran positip kalo yang berkurang itu bukanlah lemak ato daging di antara tulang2ku, melainkan timbunan dosa bersama cacing2 serta naga2 yang selama ini bersemayam di tubuhku, hi2.

Puasa kali ini juga membuat inbox di HaPe ku lumayan penuh. Sejak sehari sebelum hari H aja udah banyak ucapan2 yang bersifat profokatif dan membangun. Banyak banget temen2 yang ngucapin selamat menempuh hidup baru, eh, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Mulai dari temen2 kuliah, temen2 di kantor lama, dan tak lupa juga dari Ndutie tersayang (kutunggu di Bandara Juanda, he2). Yang jelas aku berharap banget Ramadhan kali ini bukanlah Ramadhan yang terakhir dalam hidupku.

1 komentar:

Akhmad Ismail mengatakan...

hahahahaha...
bapak satu ini mangkin produktip aja tulisannya, ma photo-photonya...
kayaknya Bapak yang di photo itu naksir deh ma sampeyan dilihat dari caranya melihat kamera... =D


salam,
www.suro-boyoan.blogspot.com
www.1st-tennislessons.com