24 April, 2008

hArD WeEk

Seminggu terakhir ini bener2 berlalu dengan berat. Mulai dari kondisi badan yang lumayan gak stabil kayak jarum kompas, serta perubahan musim yang lumayan gak jelas ujung2nya, sampe pada titik terjenuh gara2 bosen sama flu. Semua ini bermula sejak aku balik dari kota tercinta pas senin pagi kemaren. Karena ada tetangga yang ngasih gebetan, eh, tumpangan buat ke Surabaya sama2, jadi gak perlu naek bis lagi. Seneng bercampur terharu, akhirnya bahaya 'kelindihen' (gangguan tidur yang berupa kejadian gak bisa gerak, teriak, rasanya ditindih sama bantal supir truk yang baunya tujuh turunan) seperti biasa kalo bo2 di bis dapat kuhindari. Dengan penuh harap akhirnya aku bersama tetangga yang gak bisa aku dsebutkan nama lengkap dan cita2nya sewaktu kecil ini berangkat menuju ke Surabaya pukul setengah tiga pagi. Pertama kali aku berpikiran kalo pasti tar bakal bisa tidur nyenyak bin lelap, tapi....Akhirnya aku bisa nyampe Surabaya sekitar jam setengah tujuh pagi TANPA TIDUR semenitpun....Ngujubileminjaliiiiikkk...
Oya, sempet di jalan dapet sedikit musibah. Mungkin gara2 ngantuk ato apa, tiba2 mobil nyerempet portal pembatas jalan. Lumayan, wheeldoff-nya pecah berkeping2 diiringi bodi yang sedikit lecet. Thanks GOD....we still safe till now..

Ya gara2 gak tidur tadi rencana pengen maen tenis sore harinya mesti tertunda gara2 badan bener2 lemes n gak ada birahi blass buat melek. Padahal siangnya Suhu udah manas2in buat maen tenis demi mempertahankan klasemen. Namun apalah daya, akhirnya aku lebih memilih untuk istirahat total. Jadi jam delapan malem aja udah tewas bersimbah iler di depan tipi. Sampe akhirnya keesokan harinya aku bisa bangun pagi dengan segar bugar disambut Spongebob yang tersenyum manja ke Squidward.

Cobaan tidak begitu saja pergi melenggang. Entah karena petir ato karena emang udah soak ya, eh tiba2 modem di kantor mati alias koit alias rusak. Nah rusaknya itu barengan sama ujan deres plus petir yang membahana selama kurang lebih satu jam non-stop. Trus udah dicoba berkali2 ternyata masih ngadat juga. Akhirnya orang2 telkomlah yang jadi solusi, dan gak sampe segitu aja, modem pun di vonis rusak dan wajib diganti dengan yang baru. Mantap, udah gak sehat gak bisa surfing pula....

Sampe akhirnya aku bisa maen tenis lagi untuk mempertahankan posisi di klasemen sementara Juanda Tenis Club. Karena kata Mr. Suhu posisiku udah mendekati degradasi dan siap untuk dipindah jadwal ke hari untuk para pemula sekali, hi2. Namun karena ketabahan hati, jiwa yang bersih, diiringi dengan tawakkal yang amat sangat, posisiku dapat aku pertahankan dari ancaman degradasi. Dua kali pertandingan aku masih bisa bertahan untuk bisa tersenyum dan berteriak lantang sambil batuk2. Aku "masih" bisa menang. So rasanya minggu yang berat ini terbayar sudah, dan yang jelas sampe tulisan ini aku publikasikan virus2 flu yang menyerangku masih belum bisa pindah ke lain suspect. Menang dengan batuk2......mmmm, lumayan....

18 April, 2008

Tinggal yang buruk, yang buruk itu kuambil..

Cerita ini berawal ketika senja telah berganti malam, menutup hari yang cerah. Semenjak mendapat peringatan berupa kenikmatan 'sakit', aku mulai introspeksi diri. Dari hal-hal terkecil yang berhubungan kemaslahatan umat mulai kubangun..(cieeeeeeeee), senyum, sapa, salam, dan membalas sms yang masuk. Dan satu hal yang aku ingin lakukan juga adalah pergi ke Masjid deket kosan yang notabenenya sangat sangat sangat (disebutkan tiga kali untuk penekanannya) jarang sekali aku kunjungi untuk sholat berjamaah. Jadi berbekal kemauan yang keras aku sudah berada di kosan sejak jam 5 seperempat sore, meski biasanya jam segitu daku masih berjibaku di kantor untuk urusan2 yang lumayan gak penting, hi2. Sudah mandi, gosok gigi, manicure, padicure....(hmmm..kayaknya yang dua barusan nggak dey??), dan wangi. Kupakai baju berwarna putih polos yang menandakan bahwa hatiku (saat itu) sedang sebersih dan seputih bajuku. Karena kalo gak salah ada pepatah mengatakan "Ajining Raga Saka Wusana (artinya : yang make baju putih pasti cakep, hi2)".

Adzan berkumandang, daku bergegas berangkat agar niat baik ini tidak tertunda lagi menjadi niat lain yang agak aneh bin ajaib kayak biasanya. Pas udah mo berangkat aku bingung mo pake sandal yang mana, yang slop ato sandal jepit. Karena aku berasumsi bahwa sekali beribadah tetap beribadah!!!!(lho??), maksudku, masak sandal (yang menurutku) bagus cuman dipake ke acara2 having f**k aja, kan ke acara yang bersifat religi juga penting. Makanya kuputuskan untuk meninggalkan si Jepit yang buruk rupa dengan mengambil si (yang menurutku) Cakep yang rupawan.

Melangkah dengan pasti menuju kesucian diri. Sampe semua kegiatan di Maghrib itu (menurutku-lagi) telah kuikuti dengan baik, aku berencana segera balik ke kosan coz perutku udah keroncongan dan tidak bersahabat untuk berbuat kebaikan, hi2. Menuju serambi Masjid daku melangkah pasti. Namun alangkah terkejutnya, aku melihat sebuah ketidaksesuaian ekosistem di situ.


Si Cakep yang rupawan tidak ada??!!!.....(backsound : orkestra kematian Squidward)
Kutengok ke kanan dan ke kiri, masih tidak ada!??
Kususuri dari ujung ke ujung serambi Masjid, masih gak ada juga??!!
Tidaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkk........??!!
Kesucianku terenggut.....(hwekkkk)

Tapi,

Di situ tertinggal sepasang terompah tua milik Abunawas (mungkin??), warnanya putih ke'buluk-bulukan', sudah agak rusak, dan BAU!?. Kudekati dengan penuh kutukan, kebencian, dan ketidakterimaan. Berpikir sejenak, dan akhirnya menyimpulkan bahwa daripada pulang tak bersandal, maka sebaiknya terompah tua tadi kumanfaatkan sebaik2nya dengan cara memakainya dengan penuh rasa iba, oh.....

Sesampainya dikosan aku ceritakan semua pengalaman religiku barusan di Masjid kepada semua penghuni yang lain. Dan reaksinya sama, KETAWA. Namun ada juga petuah bijak dari Ibu kos kalo tar Isya' sebaiknya aku ke masjid lagi, kali aja tadi orangnya lupa pas mo pake terompah salah masuk ke si Cakep yang rupawan. Alasan yang tidak masuk jidat namun masih dapat diterima akal gak sehat. Ya, aku harus kembalai lagi nanti, i'll be back!!!!. Setidaknya dengan begitu oknum yang bersalah akan segera terungkap kedoknya dan bisa segera kumeja hijaukan di depan khalayak ramai. Sungguh, niat yang sangat jauh dari keberadaban, hi2, biarin!!!. Baru kali ini ada orang ke Masjid niat utamanya bukan untuk beribadah, tapi memperjuangkan hak, hi2, don't try this at home please...

Adzan Isya' berkumandang, saatnya untuk balas dendam, lho??. Aku bergegas lagi ke Masjid dengan tujuan yang sedikit berbeda dari Kaum Muslim Beriman lainnya, yak, nukerin terompah tua dengan si Cakep yang rupawan. Sampe di masjid aku langsung standby di pinggir serambi, memasang mata penuh curiga kepada setiap nasabah, eh, jamaah. Sampe sholat Isyak berjamaah akan dimulai si Cakep yang rupawan belum muncul juga. Akhirnya.....(Yaa Allah, Ampunilah HambaMU ini....Astaghfirullah..).

Sampe esok harinya lagi, aku masih berusaha menemukan si Cakep yang rupawan. Dan hasilnya sama, nihil, hi2. Buat temen2 yang menemukan di mana si Cakep yang rupawan, harap hubungi Takmir masjid yang bersangkutan, karena surat aduan telah kukirim kesana. Setelah berpikir dan merenung, akhirnya kuputuskan untuk membeli sandal lagi sebagai pengganti si Cakep yang rupawan. Aku membelinya di tempat di mana aku membeli nya dahulu. Dan untungnya masih ada, namun dengan sedikit style yang berbeda, tapi tak apalah, cuman dikit kok bedanya. Oya, sketsa si Cakep yang rupawan dan si Terompah tua akan saya publikasikan di sini. Ya udah, karena yang tertinggal yang buruk, yang buruk itu kuambil juga akhirnya...



The New si Cakep yang rupawan (bentuknya mirip banget kok kayak abangnya, suer!)




si Terompah tua yang tak bertuan




si Cakep dan si Buruk rupa....mirip kaleee????

16 April, 2008

I Love Drugs So Much (ILDSM)

Ini tidak menceritakan hal2 yang berhubungan dengan LSM, ataupun BDSM, apalagi MLM (apalagi ML-red). Seperti yang sudah tersirat, maksudku berbagi kenikmatan seputar Drugs lewat ILDSM adalah salah satu media untuk meyakinkan kepada sodara2 sekalian bahwasanya obat2an itu gak berbahaya kok. Yang ada sebenernya drugs itu banyak banget manfaatnya dan kalo bisa larangan yang berbunyi "NO Drugs No Almari" sebaiknya dirubah aja jadi "Yes Drugs Yes Almari", hi2. Olah raga pun kalo porsinya melebihi apa yang ditakdirkan serta timingnya gak tepat ternyata dapat mengganggu keseimbangan aktifitas tubuh juga. Dan dari semuanya itulah yang baru aja terjadi padaku...(ooooohhhhhh).

Dan dengan bangga aku akan menjelaskan kronologi terjadinya bencana alam yang baru aja menimpaku berupa sakit demam yang membara bak api yang membara (lho??):

1. Sabtu pagi bangun tidur badan terasa pegel2. Bukan karena aku tidur di emperan toko trus dibangunin trantib, tapi gak tau kenapa kondisi badan kok ada yang aneh gitu. Sembari menonton Spongebob aku mulai introspeksi diri, mmmm.... kayakya ada gejala mo sakit ni. Padahal acara kan padat banget, tar jam 11 siang mesti ke undangan Nikahan temen, trus sorenya kudu mudik karena ada urusan yang amat sangat tidak bisa ditinggalkan di kampung sana (bukan PILKADA milih peghulu sama wakilnya lho). Lalu muncul ide, gimana caranya pagi ini daku bisa berkeringat, karena sugestiku berbisik bahwa "Jiwa yang sehat terdapat dalam tubuh yang berkeringat". So meski badan pegel2 aku nekat buat lari-lari pagi (jam setengah sembilan-red) biar keringat bisa mengalir lancar.

100 meter...masih OK
350 meter kemudian....Jalan serasa berkelok2 (padahal lempeng abizzz)
600 meter selanjutnya....kayak lagi lari di dasar laut Banda, berat, susah napas, hidung tersumbat, dan susah buang air besar
1 KM kemudian.....Au Ah GLAAAAPPPP!!!!!
1 Km lebih dua langkah, aku berhenti dan tertunduk menyesali kebodohan ini, hi2

Akhirnya pas baliknya aku putusin buat jalan kaki ajah, pelan namun pasti (pasti mo pingsan) hampir 900 meter kulalui. Tapi.......
100 meternya aku dikejar hujan yang larinya juga gak tanggung2, pokoknya Doni TeTe' Pradita aja kalah cepet.
Alhasil, bukan keringat kudapat, air hujan kulahap. Dan aku harus terlambat ke Nikahan temen gara2 ketiduran sampe jam setengah duabelas, OH MY DOG!!

2. Minggunya udah gak kuat melek, seharian tidur. Dengan harapan besok senin pagi bisa ngantor dengan nikmatnya tanpa adanya rasa panas di sekujur tubuh. Soalnya malem minggunya Ya Allah....rasanya kayak tidur di Gurun Jayawijaya, eh, Sahara ding. Puanasss dan mak Nyussssss....tinggal makan aja kayak udang yang berwarna kuning kemerahan dan siap dilahap Pak Bondan. Pas sorenya karena udah agak mendingan aku berinisiatif buat beli obat aja di apotek, sekalian mraktekin resep dari Ndutie yang barusan nelepon. So dengan PeDe tanpa resep dokter kutebus aja Amoxilyn, Vitamin, sama Paracetamol dengan harapan proyek coba2 ini berhasil dengan telak tanpa cela. Dengan berpura2 sakaw kuberanikan diri nebus ke mbak2nya yang jaga.

Aku Yang Lagi Sakaw (AYLS) : "M..Mbak, mo beli obat.."
Mbak Yang Jaga Apotek (MYJA) : " ya, bisa saya bantu?..(menatap laksana polisi yang ketemu calon maling)"
AYLS : "Mo beli Amoxilyn, Vitamin, sama Paracetamol...(wajah berkeringat, pucat, sambil gigit bibir).."
MYJA : "Paracetamol yang generic abis mas, adanya yang ...(apa gitulah, lupa aku, entah SUPER ato ULTRA, watefa lah)..."
AYLS : "ya udah ga papa, makenya sama aja kan mbak?"
MYJA : " iya, sama kok (bego amat sih ni orang sakaw, masak obatnya dimasukin idung???-dalam hatinya-red)"
AYLS : ".....(pucet)..."
MYJA : "antibiotiknya harus diminum sampe abis ya mas, jangan sisa (doi menatapku dengan tatapan mata nista, kayak di sinetron2lokal itu lho)"
AYLS : "i..Iya...(buset, tar kalo doi ngasih sekarung jebol gimana yak?? bisa OD abang ini??)"
Abis bayar, kaburrrrrrrrr....keburu ada trantib.
Akhirnya berhasillah aku menikmati drugs racikanku sendiri. Penuh sugesti namun pasti.



ini exam obat CCC (Cuman Coba-Coba)


3. Hari Senin pagi abis nonton SpongeBob langsung aja aku ngrebus air buat persiapan mandi. Bukannya mo GeEr tapi rasanya badanku bener2 belum siap diajak mandi...pake air DINGIN!!!. Dan masuk kantor seolah tidak terjadi apa2, seperti saat aku sakaw semaleman dan menggigil di bawah selimut, semua sudah kulupakan. Yang ada tinggal bagaimana caranya mencari nafkah dan menghidupi anak orang, hi2. Karena merasa berhasil dan takabur gara2 berhasil meracik drugs sendiri, sorenya aku putusin gak langsung pulang. Maen2 dulu di Lapangan Tenis sama yang laen, teriak2, ketawa2, batuk2 juga sering. Sampe jam tujuh malem baru pulang. Nah, karena ngerasa gerah dan keringetan so aku putusin aja buat keramas malem2. Asal tahu aja, keramas malem2 tidak harus dilakukan oleh sepasang penganten baru saja, tapi boleh dilakukan juga oleh orang aneh yang baru aja batuk2 di pinggir lapangan, hu2. Abis mandi keramas, makan pake sambel yang puedesnya ngujubileminjalik, lalu diakhiri dengan nonton tipi. Tapi rasanya ada yang aneh, wajahku terasa panas banget. Kalo demam biasa kan panasnya rata, na ini wajah doank?? Waaaaaa...jangan2....Over Dosis...waaaaaaa......SALAH OBAT!!!!!

4. Selasa, akhirnya aku takluk juga. Gak bisa ngantor dan mesti ke dokter. Pulang dari dokter akhirnya aku dapetin juga The Real Drugs That I Really NEED!!. Soalnya beda banget rasanya drugs yang ini sama drugs racikanku kemaren. Abis minum obat yang bener ini rasanya kayak fly2 gitu, bisa bo2 dengan nyenyaknya, meski sesekali terbangun karena deringan telepon dari Ndutie tersayang yang selalu mengkhawatirkan keadaanku. Dan ternyata setelah mengonsumsi drugs 'yang benar' tadi akhirnya sampe malemnya pun aku masih tetep bisa melek dengan amannya.



ini obat dari tabib yang ASLI, mirip kan??



5. Sampe akhirnya tulisan ini daku buat aku masih tetep dalam LindunganNya.

So, semboyan "I Love Drugs So Much (ILDSM)" mesti harus kita galakkan. Apalagi yang racikannya bener, jangan CUMAN COBA-COBA, kayak lagunya cewek yang aneh itu.

09 April, 2008

bagus Posenya ato tukang jepretnya??

Semenjak punya Cybershit nafsu jeprat-jepretku semakin menjadi2. Bukannya obsesi mo jadi fotografer, tapi lebih kepada sebuah panggilan jiwa dan hati untuk selalu mengabadikan momen2 penting dalam setiap detik hidupku (HWEEEEEKKKK!!!!). Karena itu juga aku jadi pengen me'maten'kan pose2 menantangku di public area, he2. Mungkin sebagian orang normal dan berpendidikan tinggai menganggap pose2ku ini adalah sebuah tindakan amoral dan menggoyah iman. Namun bagiku adalah sebuah seni yang merupakan wujud ekspresi tanpa batas dan tanpa otak, hi2.

HERE THEY ARE>>>>>>................................



Malang, kota dingin yang bikin aku sering kayak gini...




ahhh....nikmatnya...Taman Bunga Nusantara




kalo yang ini dimana ya??




maap Mbah PenJagA PohOn...saya cuma numpang pose aja, gak lebih...




emang enak kalo di Taman Safari sambil gini..



Asal tahu aja, banyak banget koresponden yang tercengang melihat keberanianku ini. Entah dari sudut pandang mana, kebanyakan dari mereka langsung bilang gini :
Koresponden I : "Busyet...gak malu tuh?"
aku : "emang kenapa?"

Koresponden II : "Awas ada kucing, kucing kan suka burung pipit.."
aku : "SARAP!"

Koresponden III : "kalo gak ada air ceboknya dimana dunk?"
Aku : "...(pertanyaan yang aneh)...."

Dari semua tanggapan kayak gitu aku jadi berpikiran dan juga menyimpulkan, bahwa hampir kebanyakan orang memandang sesuatu itu dari satu sisi saja tanpa memperhitungkan sisi lain yang dimiliki sesuatu itu sendiri. Dan dengan mudahnya men-judge seenak jidatnya sendiri.
Apa kalo orang pake kacamata item pasti orang buta? Belum tentu. Siapa tahu dia cuman juling ato berpura2 buta.
Apa kalo orang jalannya miring-miring itu pasti kakinya panjang sebelah? Belum tentu. Siapa tahu hobinya emang jalan sambil miring2.
Apa kalo motor berhenti di pinggir jalan itu pasti bannya bocor? Belum tentu. Siapa tahu bensinnya abis ato emang pengen aja berhenti di pinggir jalan buat ngecek bannya bocor ato gak.
Apa kalo aku berpose kayak gitu pasti gara2 hobiku pi2s sembarangan? Belum tentu. Siapa tahu aku lagi smsan ato resletingku macet.
Who Knows??....

Musim kAwIn

Masih inget, dulu waktu masih Es Em Pe dikasih tahu sama pak guru kalo musim hujan itu turun sekitar bulan Oktober-April, trus kalo musim kemarau bulan Mei-September. Tapi seiring berjalannya waktu, ternyata gak selalu gitu kok. He2, bukannya meragukan penjelasan beliau (pak Guru-red) tapi sekarang ini ternyata musim gak cuma dua melulu, hujan sama kemarau. Kalo gak salah, menurut penelitian dan eksperimen yang udah aku lakukan dan menghabiskan dana yang teramat besar, di Indonesia ini ada beberapa musim selain dua tadi :
1. Musim Mangga
Ditandai dengan banyak dijumpainya penjual maupun pembeli mangga di area2 publik. Misalnya pasar buah, swalayan, bahkan di ruangan kantor. Musim mangga terjadi di daerah2 penghasil mangga, bukan penghasil timah.
2. Musim Durian
Ditandai dengan banyak dijumpainya penjual maupun pembeli durian di area2 publik. Misalnya pasar buah, swalayan, bahkan di ruangan kantor. Tapi asal tahu aja, kulit durian beda sama kulit mangga. Kalo gak percaya coba gosokkan ke wajah satu demi satu, rasakan bedanya.
3. Musim Penyakit
Sebenarnya tidak ada yang tahu kepastian kapan musim jenis ini muncul dalam hitungan waktu. Bisa muncul di akhir bulan Masehi (tanggal tua), ato juga bisa disebabkan karena pergantian musim dari kemarau ke hujan ato sebaliknya. Ditandai dengan adanya gatal2 di daerah lembab, badan panas, dan dompet yang super slim. Musim penyakit tidak dapat dihindari.
4.Musim Kawin
Sebuah rentang waktu yang hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang 'berkecukupan'. Bisa terjadi kapan pun dan di mana pun. Bagi sekelompok orang berkecukupan tadi kawin adalah sebuah anugerah dan karunia yang teramat sangat mahal harganya. Tapi bagi pihak yang lain, musim kawin merupakan sebuah musim yang lebih menakutkan daripada musim penyakit ataupun musim kemarau. Karena ini sudah menjadi rahasia umum bagi semua penduduk Indonesia kalo kawin itu enak dan ada juga gak enaknya.
ENAKNYA : .....ya enaklah, namanya juga KAWIN!!!!!....
Gak ENAKNYA : hanya berlaku bagi yang belum merasakan KAWIN itu sendiri.

Nah, sehubungan dengan adanya jenis musim yang nomor 4 tadi, dalam satu minggu terakhir ini ada 3 temenku yang mo KAWIN. Yang jelas mereka semua pasti sangat berbahagia karena sebentar lagi mereka akan merasakan bagaimana sebenarnya KAWIN itu berasa. Mereka sudah tidak perlu lagi menerka-nerka seberapa sulitkah KAWIN itu, mahalkah biayanya, dan juga perlukah diadakan tes sebelum kita memasuki jenjang perKAWINan tadi. Mereka juga tidak perlu lagi kebingungan membunuh waktu saat pulang kantor, mana hutjan...gagkh adha odjeks...betcjeksz..., apalagi kalo lampu mati malem2. KAWIN seakan jadi solusi selain dengan memanggil tukang dari PLN untuk membetulkan listrik yang mati. KAWIN juga menjadi alasan kenapa daftar belanjaan untuk keperluan mandi jadi meningkat. Hi2.....SIRIK!!!!????

So, buat temen2ku yang bentar lagi mo KAWIN...selamat yaaaa, akhirnya kalian bisa berbuat dengan benar tanpa perlu membayangkan lagi. Dan untuk yang belum KAWIN....
Kaciaaaan deh kita?!....;-)

03 April, 2008

Membunuh waktu

Aaaaaaaaaaa…hhhhhhhhhhhhhh. Kok rasanya kayak baru aja berjalan dari Paris nyampe ke Dakar trus baru ketemu oase di Qatar. Ato bahasa pendeknya…..UDAH HAMPIR SEMINGGU GAK MENGENYAM DUNIA MAYA!!!!!! Stress kagak tuh?!. Yup, emang koneksi Inet di kantor lagi ada masalah jadi gak bisa idup untuk sementara waktu. Sampe akhirnya berita ini aku publikasikan di sini (hi2, sok penting!!). Memang agak berat siy awalnya, kita yang terbiasa hidup ‘berdampingan’ dengan mereka di dunia maya, tiba2 harus dipisahkan karena suatu hal yang amat tidak logis-yang gak akan aku jelasin ke ente2 tentunya-sehingga keseimbangan ekosistem kehidupanku agak goncang.



dasar, udah tau offline tapi masih nekat!?




gak bisa Ye-eMan juga, hikz2...



Jadi ketika doi udah nyala lagi, langsung aja aku mo curhat ke anda2 semua seputar betapa tersiksanya hidup tanpa Maria Ozawa, eh, Maia Ahmad, eh, Internet ding.
hi2
Jadi daripada aku melakukan hal2 negatip maka waktu yang seakan bergulir lama tadi aku isi aja dengan kegiatan positip. Mmmmm…kira2 kayak gini :
1. Pagi, bangun tidur nonton SpongeBob sampe mo berangkat ngantor
2. Siang sampe sore di kantor (bekerja untuk mendapatkan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan…ehm2)
3. Pulang ngantor ngepos di Lapangan Tenis, asal tahu aja, yang namanya tenis itu rasanya udah mendaging tumbuh di organ tubuhku, lho!??. Maksudnya ni kebiasaan baru aja ‘tumbuh’ dan agak berkembang dalam hidupku, cieeeeeeeeeeeeees…!!!(BUKAN TUMOR-red)
4. Malemnya dihabisin buat nelpon dan/atau ditelpon Ndutie sampe ketiduran
5. Paginya….balik lagi aja ke poin 1, dst…..
Trus, yang positip yang mana dunk??hi2…

Kayak kemaren itu pas sebelum bo2 aku iseng2 aja buat foto2 di kamar kosku nan kecil, imut, dan jelita. Mulai dari hape sampe isi lemari aku poto semua, maklum, itung2 membunuh waktu. Don’t worry gambar2nya aku tampilin kok di sini.



barang elektronik yang paling kusayang




teman setia disaat bo2..




kayak display di distro gak??


Kalo soal maen tanis sih rasanya belum ada puas2nya sampe sekarang. Soalnya hampir tiap maen melawan Suhu (bukan suhu=temperature, tapi pak guru alias master) selalu aja belum menang-bahasa halus untuk KALAH-aja. Tapi aku yakin, kelak suatu hari aku (bersama temanku) akan berhasil membuat beliau berbangga hati……….Ohhhhh….

Tapi semua kegiatan untuk membunuh waktu tadi akhirnya terhapus juga semenjak Inet dapat idup lagi. Jadi semangat hidup lagi niy. Inet jangan ngambek lagi ya…